This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 22 Desember 2012

Electrical Discharge Machining (EDM)

Gambaran Singkat EDM
Asal mula EDM (Electrical Discharge Machining) adalah pada tahun 1770, ketika ilmuwan Inggris Joseph Priestly menemukan efek erosi dari percikan arus listrik. Pada tahun 1943, ilmuwan Rusia B. Lazarenko danN. Lazarenkomemiliki ide untuk memanfaatkan efek merusak dari percikan arus listrik untuk membuat proses yang terkontrol untuk pemesinan secara elektrik bahan konduktif.
Dengan adanya ide tersebut, proses EDM telah lahir. Lazarenko bersaudara menyempurnakan proses dengan cara menempatkan cairan tidak konduktif di mana percikan listrik terjadi di antara dua konduktor, cairan tersebut dinamakan dielektrik (dielectric). Rangkaian listrik yang membuat peristiwa tersebut terjadi digunakan sebagai nama proses ini. Pada saat ini telah banyak unit EDM yang digunakan lebih maju daripada milik Lazarenko. Pada saat ini ada dua macam mesin EDM yaitu: EDM konvensional (Biasanya disebut Sinker EDM atau Ram EDM) dan Wire EDM.
Cara Kerja EDM
Mengetahui tentang apa yang terjadi di antara elektrode dan benda kerja dapat sangat membantu operator EDM dalam banyak hal. Pengetahuan dasar teori EDM dapat membantu dalam memecahkan masalah yang timbul (troubleshooting), misalnya dalam hal pemilihan kombinasi benda kerja/elektrode dan pemahaman mengapa pengerjaan yang bagus untuk satu benda kerja tidak selalu berhasil untuk yang berikutnya. Deskripsi berikut ini menjelaskan tentang kombinasi apa yang telah diketahui dan apa yang telah ada dalam teori tentang proses EDM.
Pada saat ini beberapa teori tentang bagaimana EDM bekerja telah mengalami kemajuan selama beberapa tahun, sebagian besar mendukung model thermoelectric. Sembilan ilustrasi berikut menunjukkan tahap demi tahap apa yang telah diyakini terjadi selama satu siklus EDM. Gambar di sebelahnya menunjukkan harga relatif dari tegangan dan arus pada titik yang diambil.
Gambar di atas pada proses awal EDM, elektrode yang berisi tegangan listrik didekatkan ke benda kerja (elektrode positif mendekati benda kerja/turun). Di antara dua elektrode ada minyak isolasi (tidak menghantarkan arus listrik), yang pada EDM dinamai cairan dielectric. Walaupun cairan dielektrik adalah sebuah isolator yang bagus, beda potensial listrik yang cukup besar menyebabkan cairan membentuk partikel yang bermuatan, yang menyebabkan tegangan listrik melewatinya dari elektrode ke benda kerja. Dengan adanya graphite dan partikel logam yang tercampur ke cairan dapat membantu transfer tegangan listrik dalam dua cara: partikel-partikel (konduktor) mem­bantu dalam ionisasi minyak dielektrik dan membawa tegangan listrik secara langsung, serta partikel-partikel dapat mempercepat pembentukan tegangan listrik dari cairan. Daerah yang memiliki tegangan listrik paling kuat adalah pada titik di mana jarak antara elektrode dan benda kerja paling dekat, seperti pada titik tertinggi yang terlihat di gambar. Grafik menunjukkan bahwa tegangan (beda potensial) meningkat, tetapi arusnya nol.
Perkembangan Penggunaan EDM
EDM telah berkembang bersama dengan Mesin Bubut, Mesin Frais, dan Mesin Gerinda sebagai teknologi yang terdepan. EDM terkenal dalam hal kemampuannya untuk membuat bentuk kompleks pada logam-logam yang sangat keras. Penggunaan yang umum untuk Mesin EDM adalah dalam pemesinan dies, perkakas potong, dan cetakan (molds) yang ter­buat dari baja yang telah dikeraskan, tungsten carbide, high speed steel, dan material yang lain yang tidak mungkin dikerjakan dengan cara tradisional (penyayatan). Proses ini juga telah memecahkan banyak masalah pada pembuatan bahan ”exotic”, seperti Hastelloy, Nitralloy, Waspaloy and Nimonic, yang digunakan secara luas pada industri-industri pesawat ruang angkasa.
Dengan telah ditemukannya teknologi yang maju tentang keausan elektrode, ketelitian dan kecepatan, EDM telah mengganti proses pemotongan logam yang lama pada beberapa aplikasi. Faktor lain yang menyebabkan berkembangnya penggunaan EDM adalah kemampuannya mengerjakan bentuk tipis, khususnya dalam pengerjaan ketinggian dan ketirusan. EDM yang menggunakan kawat (Wire EDM) dapat membelah dengan ketinggian 16 inchi (sekitar 400 mm), dengan kelurusan ± 0,0005 inchi (± 0,0125 mm) tiap sisi.
Pada waktu yang lalu, EDM digunakan terutama untuk membuat bagian-bagian mesin yang sulit dikerjakan dengan proses konvensional. Pertumbuhan penggunaan EDM pada sepuluh tahun terakhir menempatkan proses pembuatan komponen dirancang menggunakan EDM terlebih dahulu, sehingga EDM bukanlah pilihan terakhir, tetapi pilihan yang pertama.
Proses EDM telah berubah. Perusahaan-perusahaan yang menggunaan EDM juga sudah berubah. Perubahan yang sangat berarti adalah:
  1. Lebih cepat.
  2. Lebih otomatis. Mesin lebih mudah diprogram dan dirawat.
  3. Lebih akurat ukurannya.
  4. Dapat menggunakan kawat dengan diameter yang lebih kecil pada mesin Wire EDM.
  5. Menurunkan biaya operasional. Harga mesin menjadi lebih murah.
  6. Dapat menghasilkan permukaan yang lebih halus.
  7. Dapat menyayat karbida tanpa ada cacat ketika menggunakan Wire EDM dan Ram EDM.
  8. Gerakan kawat EDM dan putaran benda kerja dapat dilakukan secara simultan.
  9. Ram EDM tidak memerlukan pembersih benda kerja lain.
  10. EDM lebih efektif pada kondisi pembersihan benda kerja dengan tingkat kesulitan tinggi.
  11. EDM lebih mudah digunakan. Waktu untuk pelatihan dan pemrograman lebih singkat.
Penggunaan EDM
Penjelasan berikut merupakan ringkasan dari karakteristik yang mengharuskan peng­gunaan EDM. Disarankan menggunakan EDM jika bentuk benda kerja sebagai berikut.
  1. Dinding yang sangat tipis.
  2. Lubang dengan diameter sangat kecil.
  3. Rasio ketinggian dan diameter sangat besar.
  4. Benda kerja sangat kecil.
  5. Sulit dicekam.
Disarankan menggunakan EDM jika material benda kerja:
  1. Keras.
  2. Liat.
  3. Meninggalkan sisa penyayatan.
  4. Harus mendapat perlakuan panas.
Disarankan menggunakan EDM untuk mengganti proses meliputi:
  1. Pengaturan/setup berulang, bermacam-macam pengerjaan, bermacam-macam proses pencekaman benda.
  2. Broaching.
  3. Stamping yang prosesnya cepat, (lihat Gambar).
Disarankan menggunakan EDM ketika beberapa alasan berikut.
  1. Jam kerja 24 jam dengan hanya satu shift operator.
  2. Memerlukan proses yang tidak mementingkan perhatian khusus dari pekerja secara intensif.
EDM tidak dipengaruhi oleh kekerasan bahan benda kerja, sehingga sangat bermanfaat bila digunakan untuk mengerjakan benda kerja dengan kekerasan di atas 38 HRc. Bahan tersebut meliputi baja yang telah dikeraskan, Stellite and Tungsten Carbide. Karena proses EDM menguapkan material sebagai ganti penyayatan, kekerasan dari benda kerja bukan merupakan faktor penting. Maka dari itu mesin Wire EDM dan Ram EDM digunakan untuk membuat bentuk komplek dies dan perkakas potong dari material yang amat keras.
Bagian lain yang hanya bisa dikerjakan dengan EDM adalah kemampuannya membuat sudut dalam (internal corners) yang runcing. Pemesinan konvensional tidak mungkin mengerjakan kantong dengan pojok runcing, yang bisa dicapai adalah radius minimal sekitar 1/32 inchi yang paralel dengan sumbu pahat. Jenis pengerjaan dan ukuran minimal yang dapat dicapai oleh EDM dapat dilihat pada Tabel.
Jenis Pengerjaan
Wire EDM
Ram EDM
1. Radius dalam
0,0007″ (0,0175 mm)
0.001″ (0,025 mm)
2. Radius luar
runcing
runcing
3. Diameter lubang
0,0016″ (0,04 mm)
0.0006″ (0,04 mm)
4. Lebar alur
0,0016″ (0,04 mm)
0.0004″ (0,01 mm)
Maka dari itu EDM digunakan untuk mengerjakan klep (valves) pengukur bahan bakar, komponen printer, cetakan, dan perbaikan cetakan.
Pemilihan Elektrode
Fungsi elektrode adalah menghantarkan tegangan listrik dan mengerosi benda kerja menjadi bentuk yang diinginkan. Bahan elektrode yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap proses pemesinan. Beberapa akan menghilangkan benda kerja secara efisien tetapi keausannya tinggi, elektrode yang lain memiliki keausan rendah tetapi kemampuan menghilangkan material benda kerja sangat lambat. Ketika memilih bahan elektrode dan merencanakan cara pembuatannya, faktor-faktor berikut harus diperhitungkan:
  1. Harga bahan elektrode.
  2. Kemudahan pembuatan/membentuk elektrode.
  3. Jenis dari hasil yang diinginkan (misalnya kehalusan).
  4. Besaran keausan elektrode.
  5. Jumlah elektrode yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah benda kerja.
  6. Kecocokan jenis elektrode dengan jenis pengerjaan.
  7. Jumlah lubang penyemprot (flushing holes), jika diperlukan.
Jenis bahan Elektrode
Bahan elektrode dibagi menjadi dua macam, yaitu: logam dan graphite. Pada saat ini adalimamacam elektrode, yaitu: kuningan (brass), Tembaga (copper), Tungsten, Seng (zinc), dan Graphite. Selain itu, beberapa elektrode dikombinasikan dengan logam yang lain agar dapat digunakan secara efisien, yaitu:
  1. Kuningan dan seng.
  2. Tembaga dan tellurium.
  3. tembaga, tungsten dan perak.
  4. graphite dan tembaga.
Pada awalnya, kuningan digunakan sebagai elektrode walaupun keausannya tinggi. Akhirnya, pengguna EDM menggunakan tembaga dan paduannya untuk meningkatkan rasio keausan. Masalah yang muncul dengan tembaga adalah karena titik cairnya sekitar 1.085° C, padahal temperatur percikan api pada celah elektrode dan benda kerja mencapai 3.800° C. Titik lebur tembaga yang rendah menyebabkan keausan yang terlalu tinggi dibandingkan dengan bagian benda kerja yang bisa dihilangkan.
Penelitian menunjukan bahwa elektrode graphite memiliki laju yang lebih besar dalam menghilangkan bagian benda kerja dibandingkan dengan keausannya sendiri. Graphite tidak mencair di celah elektrode, pada sekitar temperatur 3.350° C berubah dari bentuk padat menjadi gas. Karena graphite lebih tahan panas di celah elektrode dibandingkan dengan tembaga, untuk sebagian besar pengerjaan EDM lebih efisien menggunakannya. Tungsten memiliki titik lebur setara dengan graphite, akan tetapi tungsten sangat sulit dibentuk/dikerjakan dengan mesin.
Tungsten digunakan sebagai pengerjaan biasanya berbentuk tabung atau ruji untuk lubang-lubang dan lubang kecil proses gurdi.
Elektrode logam biasanya yang terbaik untuk pengerjaan EDM bagi material yang memiliki titik lebur rendah seperti: aluminum, copper dan brass. Untuk pengerjaan baja dan paduannya, elektrode graphite lebih disarankan. Prinsip umum dalam pemilihan elektrode adalah: elektrode logam untuk benda kerja atau paduan yang memiliki titik lebur rendah, dan elektrode graphite untuk yang memiliki titik lebur tinggi. Hal tersebut dengan pengecualian untuk pengerjaan tungsten, cobalt, and molybdenum. Elektrode logam seperti tembaga sangat direkomendasi karena frekuensi yang lebih tinggi diperlukan untuk mengerjakan benda kerja tersebut.
Tembaga sebagai elektrode memiliki keuntungan lebih dibandingkan graphite, karena bentuk keausan ketika digunakan (discharge-dressing) lebih baik. Elektrode ini setelah digunakan mengerjakan satu benda kerja, sesudahnya dapat digunakan lagi untuk proses pengerjaan finishing atau digunakan untuk mengerjakan benda kerja yang lain.
Pembuatan Elektrode
Terdapat beberapa proses pembuatan electrode. Berikut merupakan macam-macam proses pembuatan elektrode:
  • Proses galvano
Kadang-kadang elektrode berbentuk pejal yang besar terlalu berat bagi motor servo, dan proses pembuatannya terlalu mahal. Pada kasus ini proses Galvano dapat digunakan untuk membuat cetakan. Cetakan tersebut dilapisi dengan tembaga dengan ketebalan sampai 5 mm. Tabung tembaga yang telah terbentuk di dalamnya diisi dengan epoxy dan kawat tembaga dihubungkan dengan elektrode. Elektrode yang telah dibuat kemudian dipasang di mesin EDM.
  • Pembuatan elektrode pada umumnya
Ketika elektrode campuran selalu digunakan, campuran 70/30 tungsten dan tembaga dalam bentuk serbuk dibuat dengan cetakan bertekanan, kemudian disinter di dapur pemanas. Proses ini dapat menghasilkan elektrode dengan ukuran yang teliti.
  • Pembuatan elektrode graphite
Di Amerika, sekitar 85 persen elektrode yang digunakan adalah graphite. Graphite dikerjakan dengan mesin dan digerinda lebih mudah daripada elektrode logam. Masalah yang timbul pada waktu mengerjakan graphite adalah kotoran yang dihasilkan. Bahan ini tidak menghasilkan geram, tetapi menghasilkan debu hitam, apabila debu ini tidak dibersihkan akan mengotori seluruh ruangan bengkel. Elektrode graphite adalah bahan sintetis dan bersifat abrasif. Sehingga apabila mengerjakannya di mesin disarankan menggunakan pahat karbida. Ketika menggerinda elektrode ini, harus menggunakan penyedot debu (vacuum system). Hal yang sama diterapkan juga ketika dikerjakan di Mesin Frais. Mesin Frais yang digunakan harus tertutup rapat.
Graphite adalah bahan yang berpori, sehingga cairan dapat masuk ke dalamnya yang menyebabkan menjadi tidak murni. Untuk memurnikannya dilakukan dengan cara memanaskan elektrode tersebut ke dalam dapur pemanas selama satu jam pada temperatur 250 F (121°C). Dapat juga elektrode tersebut dikeringkan pada udara panas. Elektrode tidak boleh dikeringkan menggunakan pemanas microwave. Apabila elektrode yang berpori digunakan, seharusnya dalam keadaan yang tidak lembab (basah). Kelembaban yang terjebak di dalam elektrode akan menimbulkan uap ketika proses pengerjaan EDM dan merusak elektrode.
  • Elektrode untuk wire EDM
Beberapa pihak yakin bahwa elektrode logam efisien digunakan untuk Wire EDM. Akan tetapi pada akhir-akhir ini kecepatan potong Wire EDM telah bertambah tinggi, sehingga lebih ekonomis bila menggunakan elektrode graphite. Graphite angstrofine yang berstruktur padat dapat melakukan pemotongan dua kali lebih cepat daripada jenis graphite yang lain. Kawat yang dilapisi seng juga dapat meningkatkan kecepatan proses EDM dari elektrode ini. Beberapa riset menunjukkan bahwa menggunakan kawat yang dilapisi seng dapat meningkatkan kecepatan potong sampai 50 persen.
  • Kelebihan pemotongan (overcut)
Lubang hasil proses EDM dimensinya selalu lebih besar daripada elektrodenya. Celah perbedaan antara elektrode dan benda kerja dinamakan ”overcut” atau ”overburn”. Besarnya overcut tergantung dari banyak faktor yaitu besar arus, waktu ion, jenis elektrode, dan bahan benda kerja.
Faktor utama yang mempengaruhi overcut adalah besarnya arus listrik pada celah. Overcut selalu diukur pada tiap sisi. Besarnya bervariasi antara 0,020 mm sampai 0,63 mm. Overcut yang tinggi dihasilkan oleh penggunaan amper/arus yang tinggi. Hampir semua pembuat EDM menyertakan sebuah grafik yang menunjukkan besarnya overcut yang dapat diprediksi oleh operator sehubungan dengan pengaturan arus listrik. Selama pengerjaan pengasaran (roughing) arus yang besar digunakan, menyebabkan overcut yang lebih besar. Pengerjaan penghalusan (finishing), menggunakan arus yang lebih kecil, sehingga menghasilkan overcut yang lebih kecil. Dengan pengaturan arus dan material yang sama, overcut yang terjadi tetap. Dengan demikian, toleransi 0,0025 mm dapat dicapai dengan Ram EDM. Akan tetapi, bila toleransi tersebut harus tercapai, biaya yang diperlukan meningkat, karena waktu yang diperlukan menjadi lebih lama.
  • Pengerjaan Penghalusan (finishing)
Pemahaman tentang prinsip overcut adalah sangat penting dalam memahami kehalusan permukaan hasil proses EDM. Ketika arus (current) tinggi digunakan menghasilkan percikan (sparks) yang besar, sehingga kawah (crater) pada benda kerja besar. Proses ini digunakan untuk proses awal (roughing).
Ketika arus yang digunakan relatif kecil, percikan api (sparks) yang dihasilkan kecil, sehingga kawah pada benda kerja kecil, sehingga permukaan yang dihasilkan halus. Menggunakan arus yang kecil pada proses finishing akan memperlama proses pemesinan, tetapi menghasilkan permukaan yang halus.
Pada waktu menggunakan arus yang sangat kecil (dengan waktu yang pendek dan arus rendah) ke pemukaan benda kerja, mesin EDM dapat menghasilkan permukaan benda kerja seperti cermin. Mesin yang memiliki kemampuan mengorbitkan elektrode dapat membantu membuat produk yang sangat halus
permukaannya dengan memutar elektrode. Beberapa mesin yang dapat memutar elektrode (dengan jalur orbit) dapat diprogram, sehingga arus akan menurun secara bertahap sampai memproduksi permukaan seperti cermin tercapai.
Benda kerja yang dihasilkan pada proses EDM adalah gambaran/cerminan dari elektrode yang digunakan. Apabila elektrodenya tidak bagus misalnya ada cacat di permukaannya, maka benda kerja yang dihasilkan juga akan ada cacatnya. Elektrode yang kasar permukaannya akan menghasilkan permukaan benda kerja yang kasar pula. Semakin halus struktur butiran bahan elektrode, akan menghasilkan permukaan benda kerja yang lebih halus.
  • Penyelesaian setara cermin (mirror finishing)
Pengontrolan cairan dielektrik dapat memperbaiki kehalusan permukaan hasil proses EDM secara nyata. Beberapa mesin EDM menggunakan cairan dielektrik khusus untuk proses finishing sehingga menghasilkan permukaan seperti cermin dengan kehalusan permukaan kurang dari Rmax l7 µm. Beberapa mesin memiliki dua tangki cairan dielektrik, satu untuk proses pengasaran (roughing) dan semi finishing dan yang satu untuk proses finishing sampai permukaan benda kerja seperti cermin hasilnya.
Beberapa perusahaan pembuat EDM telah menemukan bahwa menambah bubuk silicon, graphite, atau aluminum pada cairan dielektrik, dapat menghasilkan kehalusan permukaan yang sempurna.
  • Keterbatasan proses EDM
Penggunaan mesin EDM dibatasi oleh ukuran tangki kerja penampung cairan dielektrik. Mesin EDM standar populer yang digunakan sekarang memiliki keterbatasan:
a.  Untuk Wire EDM, ukuran maksimum benda kerja sekitar 59 inchi (1.500 mm) pada sumbu Y, 24 inchi (600 mm) pada sumbu Z dan tidak terbatas pada sumbu X.
b. Untuk Ram EDM, ukuran benda kerja maksimum sekitar 59 inchi (1.500 mm) pada sumbu Y, 17 inchi (520 mm) pada sumbu Z, dan 98 inchi (2500 mm) pada sumbu X.
c. Pembuatan bentuk sudut/tirus pada Wire EDM adalah hal yang perlu dipertimbangkan. Sudut tirus maksimum adalah ± 450, walaupun beberapa bengkel telah berhasil mencapai ± 500. Perbandingan sudut dan tinggi maksimum adalah 300 pada ketinggian 16 inchi (400 mm).
d. Hambatan listrik maksimum untuk benda kerja dan pencekam sekitar 0,5-5,0 ohm/cm untuk Mesin Wire dan Ram EDM.
e. Keakuratan sekitar 0,00002 inchi (0,0005 mm) untuk mesin Wire EDM.
f. Keakuratan ± 0,0001 inchi (0,0025 mm) untuk mesin Ram EDM.
g. Kehalusan permukaan sekitar VDI 0 (4 microinchi) untuk Wire EDM.
h. Kehalusan permukaan VDI 5 (2 microinchi) untuk Ram EDM.
j. Keutuhan permukaan (surface integrity) adalah 1/20 juta untuk setiap inchi ketebalan recast layer untuk Wire dan Ram EDM.
k. Panjang retakan mikro adalah 1/20 juta untuk Wire dan Ram EDM. Hasil ini sama atau lebih baik dari pada permukaan hasil proses gerinda.
Cara Kerja EDM
Pada Proses awal EDM, elektrode yang berisi tegangan listrik didekatkan ke benda kerja (elektrode positif mendekati benda kerja/turun). Di antara dua elektrode ada minyak isolasi (tidak menghantarkan arus listrik), yang pada EDM dinamai cairan dielectric. Walaupun cairan dielektrik adalah sebuah isolator yang bagus, beda potensial listrik yang cukup besar menyebabkan cairan membentuk partikel yang bermuatan, yang menyebabkan tegangan listrik melewatinya dari elektrode ke benda kerja. Dengan adanya graphite dan partikel logam yang tercampur ke cairan dapat membantu transfer tegangan listrik dalam dua cara: partikel-partikel (konduktor) membantu dalam ionisasi minyak dielektrik dan membawa tegangan listrik secara langsung, serta partikel-partikel dapat mempercepat pembentukan tegangan listrik dari cairan. Daerah yang memiliki tegangan listrik paling kuat adalah pada titik di mana jarak antara elektrode dan benda kerja paling dekat, seperti pada titik tertinggi yang terlihat di gambar. Grafik menunjukkan bahwa tegangan (beda potensial) meningkat, tetapi arusnya nol.
Ketika jumlah partikel bermuatan meningkat, sifat isolator dari cairan dielektrik menurun sepanjang tengah jalur sempit pada bagian terkuat di daerah tersebut. Tegangan meningkat hingga titik tertinggi tetapi arus masih nol. Arus mulai muncul ketika cairan berkurang sifat isolatornya menjadi yang paling kecil. Beda tegangan mulai menurun. Panas muncul secara cepat ketika arus listrik meningkat dan tegangan terus menurun drastis. Panas menguapkan sebagian cairan, benda kerja, dan elektrode, serta jalur discharge mulai terbentuk antara elektrode dan benda kerja. Gelembung uap melebar ke samping, tetapi gerakan melebarnya dibatasi oleh kotoran-kotoran ion di sepanjang jalur discharge. Ion-ion tersebut dilawan oleh daerah magnet listrik yang telah timbul. Arus terus meningkat dan tegangan menurun.
Sebelum berakhir, arus dan tegangan menjadi stabil, panas dan tekanan di dalam gelembung uap telah mencapai ukuran maksimal, dan sebagian logam telah dihilangkan. Lapisan dari logam di bawah kolom discharge pada kondisi mencair, tetapi masih berada di tempatnya karena tekanan dari gelembung uap. Jalur discharge sekarang berisi plasma dengan suhu sangat tinggi, sehingga terbentuk uap logam, minyak dielektrik, dan karbon pada saat arus lewat dengan intensif melaluinya. Pada akhirnya, arus dan tegangan turun menjadi nol. Temperatur turun dengan cepat, tabrakan gelembung dan menyebabkan logam yang telah dicairkan lepas dari benda kerja. Cairan dielektrik baru masuk di antara elektrode dan benda kerja, menyingkirkan kotoran-kotoran dan mendinginkan dengan cepat permukaan benda kerja. Logam cair yang tidak terlepas membeku dan membentuk lapisan baru hasil pembekuan (recast layer). Logam yang terlepas membeku dalam bentuk bola-bola kecil menyebar di cairan dielektrik bersama-sama dengan karbon dari elektrode. Uap yang masih ada naik menuju ke permukaan. Tanpa waktu putus yang cukup, kotoran-kotoran yang terbentuk akan terkumpul membentuk percikan api yang tidak stabil.

Perbedaan Jihad Dengan Terorisme

Selama ini terdapat anggapan yang salah di dalam masyarakat yang menyamakan jihad dengan terorisme. Bahkan, oleh kalangan yang tidak mengerti ajaran Islam yang luhur, Islam dicap sebagai agama teroris. Kekeliruan pemahaman ini bisa saja disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai Islam, tetapi tidak tertutup kemungkinan karena sebagian muslim justru melakukan jihad melalui aksi-aksi terorisme. Padahal antara jihad terorisme jelas terdapat perbedaan yang sangat mendasar.
Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), terorisme adalah “tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara, bahaya terhadap keamanan, perdamaian dunia merugikan kesejahteraan masyarakat. Terorisme adalah salah satu bentuk kejahatan yang diorganisasi dengan baik (well-organized), bersifat transnasional dan digolongkan sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang tidak membedakan sasaran (indiscriminative)”.
Menurut Konvensi PBB tahun 1939, terorisme adalah segala bentuk tindakan kejahatan yang ditujukan langsung kepada Negara dengan maksud menciptakan bentuk terror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas. Dalam kamus Webster’s New School and Office Dictionary dijelaskan: “terrorism is the used of violence, intimidation, etc to gain to end; especially a system of government ruling by terror,….”(Terorisme adalah penggunaan kekerasan, intimidasi, dsb untuk merebut atau menghancurkan, terutama, sistem pemerintahan yang berkuasa melalui terror…). Dari ketiga definisi tersebut dapat dipahami bahwa terorisme adalah kejahatan (crime) yang mengancam kedaulatan negara (against state/nation), melawan kemanusiaan (against humanity) yang dilakukan dengan berbagai bentuk tindakan kekerasan.
RAND Corporation, sebuah lembaga penelitian dan pengembangan swasta terkemuka di AS, melalui sejumlah penelitian dan pengkajiannya, menyimpulkan bahwa setiap tindakan kriminal. Definisi lain menyatakan bahwa: (1) terorisme bukan bagian dari tindakan perang, sehingga seyogyanya tetap dianggap sebagai tindakan kriminal, termasuk juga dalam situasi diberlakukannya hukum perang; (2) sasaran sipil merupakan sasaran utama terorisme, dan dengan demikian penyerangan terhadap sasaran militer tidak dapat dikatergorikan sebagai tindakan terorisme; (3) meskipun seringkali dilakukan untuk menyampaikan tuntutan politik, aksi terorisme tidak dapat disebut sebagai aksi politik.
Dan uraian tersebut di atas, jelas sekali perbedaan antara terorisme dengan Jihad. Pertama, terorisme bersifat merusak (ifsad) dan anarkis/ chaos (faudha). Kedua, terorisme bertujuan untuk menciptakan rasa takut dan atau menghancurkan pihak lain. Ketiga, terorisme dilakukan tanpa aturan dan sasaran tanpa batas. Sebaliknya, jihad bersifat perbaikan (islah), sekalipun sebagian dilakukan dengan berperang. Jihad bertujuan untuk menegakan agama Allah dan atau membela hak pihak yang terdzalimi. Jihad dilakukan dengan mengikuti aturan yang ditentukan oleh Syariat dengan sasaran musuh yang sudah jelas.
Karena itulah, menurut MUI, hukum melakukan terror secara qath’ie adalah haram, dengan alasan apapun, apalagi jika dilakukan di negeri yang damai (dar al-shulh) dan Negara muslim seperti Indonesia. Hukum jihad adalah wajib bagi yang mampu dengan beberapa syarat. Pertama, untuk membela agama dan menahan agresi musuh yang menyerang terlebih dahulu. Kedua, untuk menjaga kemaslahatan atau perbaikan, menegakan agama Allah dan membela hak-hak yang teraniaya. Ketiga, terikat dengan aturan seperti musuh yang jelas, tidak boleh membunuh orang-orang tua renta, perempuan, dan anak-anak yang tidak ikut berperang.

Hadits Cinta Dalam Islam

Hadits Tentang Cinta


       Hadits adalah perkataan dan perbuatan dari Nabi Muhammad SAW. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum di bawah Al-Qur'an. Berikut ini adalah beberapa hadits yang berkaitan dengan cinta yang dirangkum dari berbagai sumber. Semoga dengan mengetahui dan mengamalkan hadits-hadits tentang cinta ini, kita dapat mejadi orang yang lebih baik. Wallahu A'lam Bishawab :)


1. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena Allah. Maka ia sesungguhnya telah memperoleh kesempurnaan iman."

2. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada menginginkan keadaan seperti mereka, karena kedudukannya disisi Allah."

Sahabat bertanya:
"Ya Rasulullah, tolong kami beritahu siapa mereka?"

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam menjawab:

"Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak ada hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita." (H.R. Abu Daud)

3. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Dan sebagian dari dari tanda-tanda kebesaran Nya adalah Dia menciptakan pasangan–pasangan bagi kalian dari jenis kalian, agar kalian merasa tenang pada pasangan kalian dan Dia menjadikan diantara kalian rasa kasih sayang dan cinta. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda – tanda bagi orang-orang yang berfikir." (QS. Ar-Ruum: 26)

4. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Hiduplah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah sesuatu sesukamu maka sesungguhnya kamu akan berpisah. Berbuatlah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan bertemu dengannya." (H.R. Hakim)

5. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda yang artinya sebagai berikut:

"Syirik itu lebih halus dari perjalanan semut yang halus di atas batu licin, di malam gelap gulita dan serendah – rendahnya syirik adalah engkau mencintai seseorang karena kekurangannya dan membenci seseorang karena ke adilannya. Bukanlah agama itu, kecuali cinta dan benci."

6. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku." (H.R. Muslim)

7. Allah SWT. berfirman:

"Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku." (Hadits Qudsi)

8.  Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata,

Kau mau kemana?

Ia menjawab, "Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini"
Malaikat terus bertanya, "Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu?"
Ia menjawab, "Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT"
Malaikat berkata, "Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya". (H.R. Muslim)

9. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api neraka." (H.R. Bukhari-Muslim)

10. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut." (H.R. Tabrani)

11. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu." (HR. Al-Tirmidzi)

12. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai. Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian mengenai sesuatu yang ketika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!." (HR. Muslim)

13. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta orang yang bermanfaat buat ku cintanya di sisiMu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku diantara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan diantara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai." (H R. Al-Tirmidi)

14. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, "siapa mereka itu?", "mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah 'Azzawajalla." (HR. Ahmad)


Hadits tentang cinta Rasulullah

Hadits tentang cinta Rasulullah
1. Dari anas bin malik radliyallahu'anhu bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Ada tiga hal yang barangsiapa memilikinya niscaya ia akan mendapatkan manisnya iman:
(1). Allah ta'ala dan Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam lebih ia cintai daripada yang lainnya,
(2). Mencintainya seseorang, tidaklah ia mencintainya melainkan karena Allah ta'ala,
(3). Benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah ta'ala menyelamatkan darinya sebagaimana ia benci dirinya dimasukkan ke dalam api."

2. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah seorang hamba beriman hingga aku menjadi orang yang lebih ia cintai daripada keluarganya, hartanya dan manusia semuanya." (HR. Bukhori)

Hadits tentang cinta karena Allah


Hadits tentang cinta karena Allah

1. Riwayat dari Abdullah bin Abbas ra, berkata, Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Cintailah Allah atas anugerah nikmat yang diberikan kepadamu, dan cintailah aku karena cinta kepada Allah, dan cintailah keluargaku karena mencintaiku." (Hr. At-Tirmidzy dan al-Hakim)

2. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan, bencilah orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai."

Tauhid


Tauhid (bahasa Arab: توحيد) merupakan konsep monoteisme Islam yang mempercayai bahawa Tuhan itu hanya satu. Tauhid ialah asas Aqidah. Dalam bahasa Arab, "Tauhid" bermaksud "penyatuan", sedangkan dalam Islam, "Tauhid" bermaksud "menegaskan penyatuan dengan Allah". Lawan untuk Tauhid ialah "mengelak daripada membuat", dan dalam bahasa Arab bermaksud "pembahagian" dan merujuk kepada "penyembahan berhala".
Tauhid menurut bahasa ertinya mengetahui dengan sebenarnya Allah itu Ada lagi Esa. Menurut istilah, tauhid ialah satu ilmu yang membentangkan tentang wujudullah (adanya Allah) dengan sifat-Nya yang wajib, mustahil dan jaiz (harus), dan membuktikan kerasulan para rasul-Nya dengan sifat-sifat mereka yang wajib, mustahil dan jaiz, serta membahas segala hujah terhadap keimanan yang berhubung dengan perkara-perkara sam’iyat, iaitu perkara yang diambil dari Al-Quran dan Hadis dengan yakin.
Sebahagian ulama mentakrifkan ilmu tauhid sebagai berikut:


"Ilmu tauhid ilmu yang menerangkan hukum-hukum syarak dalam bidang i’tiqad yang diperoleh dari dalil-dalil yang qat’i (pasti) yang berdasarkan ketetapan akal, Al-Quran dan Hadis."

         Persoalan ‘Apa itu tauhid?’ seringkali dijawab dengan ayat-ayat yang bermaksud bahawa puncak kenyataan tauhid adalah ucapan kalimah syahadah, dan sering juga berlaku apabila jawapan itu diungkap tanpa sedikit pun mengetahui makna ucapan itu. Jika yang ditanya mempunyai lebih pengetahuan, maka padanya, Tuhan itu ialah yang menciptakan sendiri kerajaan-Nya, dan jawapan yang diberi akan berkait rapat dengan tauhid rububiyah sahaja.
Kalimah ‘laa ilaha illallah’ bermaksud tidak ada Tuhan selain Allah. Kalimah ini menunjukkan bahawa manusia tidak ada tempat bersandar, berlindung dan berharap kecuali Allah. Tidak ada yang menghidupkan dan mematikan, tiada yang memberi dan menolak melainkan Allah. Zahirnya syariat menyuruh kita berusaha beramal, sedang hakikatnya syariat melarang kita menyandarkan diri pada amal usaha itu supaya tetap bersandar pada kurnia Allah. Konsep ini melahirkan konsep tawakkal, dimana selepas kita berusaha, tetap kita perlu kepada Allah.
Tauhid bukanlah sekadar ucapan ‘laa ilaha illallah’, walaupun ucapan tersebut merupakan sebahagian daripadanya. Tetapi tauhid itu adalah nama untuk pengertian yang agung dan ucapan yang mempunyai erti yang besar, lebih besar dari semua pengertian. Tauhid ialah pembebasan terhadap penyembahan kepada semua yang bukan kepada Allah dan penerimaan dengan hati serta pengibadahan kepada Allah semata.
Allah berfirman 
“Sedangkan Tuhan kamu ialah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” (QS 2:163)
Dan Allah berfirman lagi 
“Hai kaumku, bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku kepada neraka? Kenapa kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan menyekutukan-Nya dengan apa yang tidak aku ketahui, padahal aku menyeru kamu beriman kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?” (QS 40:41-42)
     Ayat-ayat begini banyak dalam Al-Quran dan menerangkan bahawa erti dua kalimah syahadah adalah bebas dari penyembahan kepada selain Allah, dan mengkhususkan Allah sahaja untuk penyembahan itu. Inilah petunjuk dalam beragama dan untuk perkara inilah Allah mengutus para rasul-Nya dan untuk perkara inilah juga Allah menurunkan semua kitab-Nya.
Orang-orang musyrik sebenarnya percaya dengan kewujudan Allah, dan mereka mencari perantara untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah lalu diharapkan kepada rahmat-Nya dan takut akan siksa-Nya. Ibn Abbas berpendapat bahawa yang mereka seru dengan doa ialah Isa, Maryam dan Uzair. Athaa’ dan ad-Dhahhaq pula berpendapat mereka menyeru pada para malaikat.
         Yang dibenarkan dalam Islam bukanlah berdoa kepada malaikat atau nabi atau perantara lainnya. Islam menuntut kita agar hanya rasa takut dan berharap kepada Allah kerana itu hak Allah kepada hambanya. Suatu kisah terjadi dizaman Rasulullah s.a.w, dimana seorang pencuri telah dipotong tangannya, lalu dia berkata kepada Nabi, “Allahumma Ya Allah! Sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dan aku tidak bertaubat kepada Muhammad.” Nabi s.a.w langsung bersabda, “Dia mengetahui yang hak bagi yang berhak.” Perkara ini menunjukkan bahawa yang patut ditakuti, digeruni, diharapkan dan dipanjatkan doa ialah Allah, dan Allah semata.
Demikianlah para ahli tafsir, dengan bukti-bukti seperti di atas, menyatakan:

"Maka teranglah bahawa erti tauhid dan syahadat laa ilaha illallah ialah meninggalkan perbuatan orang-orang musyrik, iaitu berdoa kepada orang-orang saleh, atau malaikat atau jin dalam meminta pertolongan Allah untuk menghilangkan bahaya atau mendapatkan rahmat."

       Orang Islam mempercayai bahawa Allah tidak boleh disamakan dengan makhluk atau konsep yang lain. Monoteisme Islam adalah mutlak, bukannya relatif atau majmuk dalam semua erti kata perkataan ini. Oleh itu, orang Islam menolak konsep Triniti yang dipegang oleh kebanyakan orang Kristian yang memerihalkan Tuhan sebagai tiga makhluk.

Makna Tauhid Rububiyah 

Rububiyah berasal dari perkataan rabb. Kalimah ini mempunyai beberapa pengertian seperti pemimpin, pemilik, penguasa dan pemelihara. Namun pengertian rububiyah tidak mencakupi semua yang di atas, dan sifat yang sempurna hanyalah milik Allah s.w.t. Rububiyah ialah tuhan yang mengatur segala sesuatu. Maka tauhid rububiyah berkisar mengenai cara-cara seorang hamba mengesakan Allah sebagai tuhan yang satu dalam konteks Tuhan yang menguruskan keperluan-keperluannya.
Tauhid Rububiyah bermaksud Allah ialah Tuhan pengatur segala sesuatu, Dia pemiliknya, Dia pencipta aturannya dan pemberi rezekinya. Sesungguhnya Dia yang menghidupkan, yang mematikan, yang memberi manfaat, yang mendatangkan hukum mudarat dan Dia menerima doa terutama dalam kesukaran. Semua perkara adalah bagi-Nya, ditangan-Nya terletak seluruh kebaikan, Dia berkuasa atas apa sahaja yang Dia kehendaki dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal ini, termasuklah qada’ dan qadar seseorang. Semua hamba-Nya berhajat kepada Allah sahaja.
Allah berfirman 
“Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS 35:15)
Namun tauhid ini sahaja tidak cukup untuk menjamin seseorang hamba bahawa dia ialah seorang Muslim, tetapi perlu disusuli dengan tauhid uluhiyah iaitu mengesakan Allah dalam ketuhanan-Nya, kerana orang musyrik juga mempercayai Allah dalam tauhid rububiyah, namun tidak mengabdikan diri kepada-Nya.
Allah berfirman 
“Tanyakanlah: siapakah yang memberi rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Atau siapakah yang berkuasa sanggup menciptakan pendengaran dan penglihatan? Siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mati dari yang hidup? Dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab: Allah. Maka katakanlah: Mengapa kamu tidak bertakwa?” (QS 10:31)
Dan firman Allah 
“Dan sesungguhnya jika kamu bertanya kepada mereka: Siapakah yang menciptakan mereka? Nescaya mereka menjawab: Allah” (QS 43:87)
Allah berfirman lagi 
“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: Siapakah yang menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya? Tentu mereka akan menjawab: Allah” (QS 29:63)
Ketiga-tiga ayat diatas merupakan antara ayat-ayat yang menunjukkan bahawa orang musyrik mengakui kewujudan Allah, namun menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain.

Bukti-bukti Tauhid Rububiyah

Bukti-bukti kewujudan Allah amat banyak. Dia adalah Tuhan yang sebenarnya, tiada yang menyerupai-Nya baik pada zat, sifat mahupun perbuatan. Tiada yang terlepas dari kekuasaan Allah baik dari sekecil-kecil sampai sebesar-besarnya, dan semuanya tunduk mengakui Allah sebagai Tuhannya. Kerana itu, Dialah Tuhan yang sebenarnya bagi alam semesta. Akal manusia pasti tidak dapat menerima bahawa alam semesta ini terjadi dengan sendirinya, dan teratur pula, jika tiada pencipta dan pengaturnya. Mana mungkin sebuah rumah boleh siap hanya dengan air hujan melekukkan gunung hingga terjadi rumah yang siap cantik dengan bilik-biliknya. Jika perkara begini tidak dapat diterima akal, masakan alam yang luas ini dapat terjadi dengan sendiri, lalu mengatur semua hidupan-hidupannya.
Kerana itu nyatalah bahawa Allah itu Tuhan yang sebenarnya, dialah yang menciptakan segala sesuatu. Bukti tentang adanya penciptaan nyata jelas sehingga setiap orang dapat menemuinya dengan akalnya yang sederhana tanpa perlu panjang fikirnya. Lagipun, sudah menjadi sifat semula jadi manusia untuk percaya kepada adanya pencipta, baik mereka itu beriman ataupun tidak.
Allah s.w.t berfirman 
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Nescaya mereka akan menjawab semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS 43:9)

Kafir dan Musyrik dan Tauhid Rububiyah

Sebenarnya orang-orang kafir dan musyrik pada umumnya percaya bahawa Allah memang sebagaimana yang diungkap ayat-ayat Quran diatas, namun dengan mempercayai sahaja belum cukup untuk menjamin mereka sebagai orang Islam.
Allah berfirman:
“Dan sebahagian besar mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan menyekutukan-Nya.” (QS 12:106)
Mujahid menyatakan ayat ini menceritakan tentang iman mereka kepada Allah hanyalah ucapan di lidah sahaja: sesungguhnya Allah menciptakan kami, memberi rezeki kepada kami dan mematikan kami. Namun mereka tetap menyekutukan Allah dalam ibadah mereka. Diriwayatkan dari ibn Jarir, ibn Abi Hasim dan dari ibn Abbas, Athaa’ dan Dhahhak, amat jelas bahawa orang kafir itu mengetahui Allah, pengaturan-Nya, kerajaan-Nya dan kekuasaan-Nya. Malahan mereka beribadat pula kepada-Nya seperti ibadah haji, sedekah, korban dan doa diwaktu kesukaran dan sebagainya. Ada yang mendakwa perbuatan mereka berdasarkan agama Nabi Ibrahim, dan ada juga yang percaya dengan hisab, qada’ dan qadar. Dua keratan puisi Arab dibawah merupakan bukti kepercayaan mereka.
"Dia mengakhirkan dan berkehendak diletakkan di dalam kitab. Atau dia segera akan merasakan siksa pada hari berhisab"
"Hai Abla ke mana anugerah yang sirna
Tuhanku di langit menetapkan qadha"
Seorang yang waras dan sihat akalnya pasti tertanya apa yang mendorong mereka menulis syair-syair sebegini rupa, dan dari mana mereka memperoleh pengetahuan mengenai hisab dan sebagainya. Pertanyaan ini mudah dijawab: mereka syirik dalam tauhid ibadah dan mereka melanggar peng-Esaan Allah dalam beribadah.

Syirik dalam Tauhid Rububiyah

Syirik dalam rububiyah ini adalah mempersekutukan Allah dalam pengaturan-Nya terhadap seluruh makhluk. Terdapat dua jenis syirik rububiyah:
1. Syirik ta’thil Syirik ta’thil adalah syirik yang menidakkan Allah sebagai Rabbul Alamin. Syirik ini adalah sejelik-jelik syirik, seperti syiriknya Firaun, kerana Firaun berkata :
"Apa Tuhan pemelihara segenap alam itu?" (QS 26:23)
Ahli falsafah pula menjadi syirik apabila mereka berpendapat seperti yang berikut:
"Alam itu adalah kekal dan qadim, dan bukanlah alam itu berasal dari ketiadaan. Alam tidak akan berkurang atau hilang lenyap. Kejadian yang baru pula adalah bersebab dan dapat dicari sebab itu, kerana asal sebab itu adalah akal fikiran dan jiwa."
Begitu juga dengan orang-orang yang menganut atheisme (tidak bertuhan), pantheisme (tuhan dan makhluk ciptaannya sama) dan politeisme (menyembah banyak tuhan).
2. Syirik bahawa berserta Allah ada tuhan lain Syirik ini percaya bahawa disamping adanya Allah ada lagi tuhan yang lain. Inilah ajaran yang dipegang orang-orang Kristian, Hindu dan Majusi. Kristian menjadi orang musyrik kerana percaya dengan trinity atau tiga tuhan. Penganut Hindu pula bertuhankan dengan tuhan Trimurti, juga dengan tiga tuhan. Orang Majusi pula yakin bahawa yang baik itu datang dari cahaya (terang) manakala perkara buruk dikaitkan dengan kegelapan, sedangkan segala yang baik mahupun yang buruk datang dari Allah jua.

Tauhid Uluhiyah

Makna Tauhid Uluhiyah

Jika rububiyah berasal dari perkataan rabb yang bermaksud Tuhan yang mengatur alam dan segala isi-isinya, uluhiyah pula berasal dari perkataan ilah yang bermaksud Tuhan yang patut disembah. Maka dari itu terbitlah pengertian bahawa tauhid uluhiyah ialah mengesakan Allah sebagai tuhan yang satu dalam konteks ikhlas beribadah kepada-Nya.
Tauhid Uluhiyah adalah peng-Esaan Allah dalam ketuhanan. Ketauhidan ini dibina atas dasar ikhlas kerana Allah semata-mata, bersama rasa cinta, takut, mengharap, tawakal, gemar dan hormat secara menyeluruh hanya kepada Allah. Tauhid uluhiyah itu mengesakan Allah dalam ketuhanan, kerana dasar aqidahnya dibangun atas keikhlasan bertuhan. Dan dalam mendapatkan keikhlasan itu perlu pula kepada cinta yang amat sangat kepada Rabbul Izzah Allah Maha Esa.
Allah berfirman 
“Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan” (QS 1:4)
Dan Allah berfirman 
“Jika mereka berpaling dari keimanan maka katakanlah: Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal, sedang Dia adalah Tuhan pemilik Arasy yang agung” (QS 9:129)
Sampai kepada firman Allah 
“Dan bertawakallah kepada Allah yang hidup kekal yang tiada mati dan bertasbihlah memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-Nya” (QS 25:58)
Tauhid uluhiyah juga dipanggil tauhid ubudiyah kerana ubudiyah berasal dari perkataan abd yang bermaksud hamba. Oleh kerana ilah bermaksud tuhan yang patut disembah, maka yang paling sesuai menyembah-Nya pastilah hamba-Nya sendiri. Tauhid ini juga digelar tauhid iradah atau tauhid kehendak, kerana setiap hamba itu berkehendak kepada beribadah terhadap tuhan. Sifat ‘berkehendak kepada tuhan’ ini merupakan sifat yang memang semula jadi wujud dalam diri manusia, dan Maha Bijaksana Allah apabila Dia menurunkan nabi-nabi dan rasul-rasul untuk menunjukkan manusia cara yang betul untuk beribadah. Pendek kata, tauhid ini dibina atas rasa ikhlas beramal semata-mata kerana Allah.
Allah berfirman 
“...maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya” (QS 39:2)
Dan Allah berfirman 
“...katakanlah:Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah. Jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, adakah mampu berhala-berhala kamu menghilangkan mudarat itu? Atau jika Allah mahu menurunkan rahmat-Nya kepadaku, adakah dapat berhala kamu menahan turunnya rahmat-Nya?...” (QS 39:38)
Sampai kepada firman-Nya 
“Katakanlah: Apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah hai orang-orang yang tidak berpengetahuan? Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepada kamu dan kepada nabi-nabi sebelum kamu, jika kamu menyekutukan Allah, nescaya hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk golongan yang merugi. Kerana itu maka hendaklah Allah sahaja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur” (QS 39:64-66)

Tauhid Uluhiyah adalah ajakan para Rasul

Tauhid adalah awal dan akhirnya agama serta batin dan lahirnya agama manakala tauhid uluhiyah ini pula awal ajakan semua rasul termasuk Rasulullah s.a.w dan akhir ajakan mereka juga, kerana mereka mahukan semua umatnya beribadah kepada Allah.
Allah berfirman 
“Dan Kami tidak mengutuskan seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan telah Kami wahyukan kepadanya bahawasanya tidak ada Tuhan melainkan Allah, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku” (QS 21:25)
Allah berfirman lagi 
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Maka ia berkata: Hai kaumku! Sembahlah kamu akan Allah (kerana) sekali-kali tdak ada Tuhan bagimu selain Dia. Mengapa kamu tidak bertaqwa kepada-Nya?” (QS 23:23)
Dan Allah berfirman 
“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Ad saudara mereka Hud. Ia berkata: Hai kaumku sembahlah Allah sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Mengapa kamu tidak bertakwa kepadanya?” (QS 7:65)
Sesungguhnya Al-Quran banyak menyebut tentang tauhid ini. Adakalanya ajakan itu untuk menyembah Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya dan mengajak meninggalkan segala penyembahan selain kepada-Nya. Atau adakalanya ayat itu memerintahkan beribadah sesuai dengan kemampuan tetapi tidak pula melarang keringanan dalam beribadah itu. Jelas terlihat disini konsep tauhid yang terlibat. Yang pertama berkisar tauhid uluhiyah iaitu peng-Esaan Allah dalam ketuhanan manakala yang kedua berkisar tauhid ubudiyah iaitu peng-Esaan Allah dalam pengibadahan.

Manusia sombong dan Tauhid Uluhiyah

Rasul adalah seorang lelaki baik-baik yang diutus Allah untuk mengajak dirinya dan umatnya menyembah Allah melalui wahyu yang disampaikan Jibril. Sejak dari zaman Adam a.s sehingga Muhammad s.a.w, banyak rasul telah diutuskan. Dalam satu riwayat, dikatakan bilangan rasul mencapai 313 orang. Namun, sehingga hari ini, tetap ada orang-orang yang membuat kerosakan di muka bumi ini. Apakah seruan para rasul dari dulu sehingga kini tidak membuahkan apa-apa hasil ?
Sebenarnya, keingkaran manusia kepada adanya Pencipta hanya kerana kesombongan dan ketakburan, bukan bererti fitrah manusia menolak adanya Pencipta. Kerana itu apabila telah hilang penutup dan selaput yang menutupi fitrah ini, dan sifat sombong dan takbur telah terkikis, maka tanpa disedari manusia pada satu masa terpaksa menyerah diri kepada Allah dan meminta tolong kepada-Nya.
Manusia yang melupakan tuhannya atau belum pernah terlintas dalam ingatannya pada Tuhannya, pada suatu saat dia pasti, sama ada secara paksa atau rela hati, mengakui adanya Yang Maha Kuasa, yang kekuasaan-Nya mengatasi kekuasaannya sendiri sehingga dia terpaksa menyerah diri kepada Tuhannya. Pemikiran seorang yang sedang terlantar sakit terkujur di tempat pembaringan, seorang doktor dalam bilik operasinya sedang menjalankan pembedahan, ataupun penumpang kapal terbang yang tahu kenderaannya dalam bahaya hanya tertuju kepada Tuhan, meminta tolong dan diselamatkan. Kepada Tuhan mereka menghadapkan diri dan menyerahkan dirinya kepada kehendak Tuhan.
Allah berfirman 
“Apabila mereka dilambung ombak yang besar seperti gunung mereka menyeru Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Tetapi tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai didaratan, maka sebahagian mereka sahaja yang tetap menempuh jalan yang lurus ” (QS 31 :32)

Tauhid Rububiyah Melahirkan Tauhid Uluhiyah

Tauhid rububiyah adalah merupakan keyakinan yang bulat dalam bentuk pengakuan bahawa Allah adalah sumber penciptaan. Dari keyakinan demikian lahirlah tauhid uluhiyah dalam bentuk pengakuan bahawa yang wajib disembah hanyalah Allah, kerana Allah sumber penciptaan, dan ciptaan perlu patuh pada penciptanya. Tidak ada sesuatu yang lain yang berhak disembah melainkan Allah. Malahan ayat-ayat yang mengingatkan kaum musyrikin tentang tauhid uluhiyah juga mencakupi peringatan tentang tauhid rububiyah dan sebaliknya.
Allah berfirman 
“Apakah mereka menyekutukan Allah dengan berhala-berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.” (QS 7:191)
Dan Allah berfirman lagi 
“Apakah Allah yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan apa-apa? Mengapa kamu tidak mengambil pengajaran?” (QS 16:17)
Sampai kepada firman-Nya 
“Hai manusia! Telah dibuat perumpamaan, maka dengarlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain dari Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan walau seekor lalat sekalipun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat-lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah dapat mereka merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemahlah pula yang disembah.” (QS 22:73)
Dalam ayat ketiga, amat jelas kaitan antara tauhid rububiyah (Allah sebagai satu-satunya Pencipta) dan tauhid uluhiyah (Allah sebagai satu-satunya sembahan manusia). Ayat-ayat diatas dengan jelas menerangkan kepada kaum musyrikin bahawa apa yang mereka sembah selain Allah itu lemah, tidak dapat membuat sesuatu sekalipun lalat, begitu juga kalau hatta seekor lalat menyerang persembahannya, tidak dapat berhala itu menghindarkan dirinya dari serangan lalat tadi. Kerana itu akal yang sihat tidak dapat menerima sembahan selain kepada Allah dan tidak dapat menerima yang lain dari Allah itu disamakan dengan Allah. Allah adalah Pencipta, sedang yang lainnya adalah ciptaan-Nya yang mempunyai serba-serbi sifat kekurangan.
Allah berfirman 
“Katakanlah: Kepunyaan siapakah bumi ini dan semua yang ada padanya jika kamu mengetahui? Mereka akan menjawab kepunyaan Allah. Katakanlah: Maka mengapa tidak kamu ingat? Katakanlah: Siapa yang empunya langit yang tujuh dan yang empunya Arasy yang besar? Mereka akan menjawab: Kepunyaan Allah! Katakanlah: Maka mengapa kamu tidak juga bertakwa (kepada-Nya)? Katakanlah: Siapakah yang ditangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat melindngi dari(azab)-Nya jika kamu mengetahui? Mereka menjawab: Kepunyaan Allah. Katakanlah: Maka dari jalan manakah kamu ditipu? Bahkan kami sebenarnya telah membawa kebenaran kepada mereka, tetapi mereka itu sesungguhnya adalah orang-orang yang berdusta.” (QS 23:84-90)
Al-Quran menunjukkan pengakuan orang-orang musyrik yang mengatakan Allah sebagai pemilik langit dan bumi, dan Dia juga yang mengaturnya. Kerana itu, hendaknya mereka menyembah Allah dan jangan sekali-kali menyembah selain Allah.

Syirik Ketuhanan dan Syirik Ibadah

Jenis syirik ini pada syirik dalam tauhid uluhiyah dan tauhid ibadah. Al-Qurthubi mengatakan: Asal syirik yang diharamkan adalah kepercayan adanya sekutu bagi Allah dalam ketuhanan. Dan inilah syirik yang besar. Demikian itulah syirik Jahiliyah.
Dan bersamaan besar syiriknya dalam tingkatan-tingkatan syirik adalah kepercayaan adanya sekutu bagi Allah dalam perbuatan. Hal ini tergambar pada pendapat orang yang mengatakan bahawa sebenarnya yang maujud ini, apa-apa selain Allah, adalah bebas merdeka tentang kejadiannya, perbuatannya dan manfaatnya. Mereka mempercayai kewujudan Tuhan, tetapi melepaskan diri dari Tuhan. Begitulah pendapat Al-Qurthubi.
1. Syirik bahawa Allah ada tandingan Syirik ini ialah bahawa Allah itu ada tandingan (taghut, andad) lalu diserunya seperti menyeru kepada Allah dan meminta syafaat kepadanya seperti memohon kepada Allah. Orang syirik yang semacam ini mengharap kepada andad itu sebagaimana mengharap kepada Allah. Dia mencintai seperti mencintai Allah dan ditakuti bagaikan takutnya kepada Allah. Pokoknya dia memperlakukan Allah itu ada saingan yang disembahnya seperti dia menyembah allah, dan ini adalah syirik yang amat besar.
Allah berfirman 
“Sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu” (QS 4:36)
Dan Allah berfirman 
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul kepada tiap-tiap umat dengan tujuan: Sembahlah Allah dan jauhilah taghut” (QS 16:36)
2. Syirik kecil (riya’) Pendapat ini diambil dari ibn Qayim dan lain-lainnya. Syirik kecil ini terjadi apabila seseorang itu beribadah tidak ikhlas kerana Allah, bahkan beramal untuk kepentingan sendiri, mencari keuntungan dunia, kedudukan atau pangkat di hadapan manusia. Maka menurut pengertiannya setiap amal dan ibadahnya perlu ada habuan. Perbuatan begini adalah syirik dan menyekutukan Allah.

Tauhid Asma Wa Sifat

Makna Tauhid Asma Wa Sifat

Asma adalah jama’ kepada kata ism. Oleh itu asma bermaksud nama-nama. Tauhid asma wa sifat (nama-nama dan sifat) adalah pengesaan Allah melalui nama-nama dan sifat-Nya.
Dengan lebih terperinci, tauhid asma wa sifat ialah beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-Nya, sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasul-Nya menurut apa yang sesuai bagi Allah s.w.t, tanpa ta'wil dan ta'thil(menafikan), tanpa takyif (mempersoalkan) dan tamtsil (menyerupakan). Boleh juga dikatakan bahawa tauhid ini adalah beriman bahwa Allah memiliki nama dan sifat baik (asma ul-husna) yang sesuai dengan keagungan-Nya. Umat Islam mengenal 99 asma ul-husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah.
Firman Allah 
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS 42:11)
Allah menafikan jika ada sesuatu yang menyerupai-Nya, dan Dia menetapkan bahwa Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat. Maka Dia diberi nama dan disifati dengan nama dan sifat yang Dia berikan untuk diri-Nya dan dengan nama dan sifat yang disampaikan oleh Rasul-Nya. Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam hal ini tidak boleh dilanggar, karena tidak seorang pun yang lebih mengetahui Allah daripada Allah sendiri, dan tidak ada sesudah Allah orang yang lebih mengetahui Allah daripada Rasul-Nya.
Maka barangsiapa yang mengingkari nama-nama Allah dan semua mahupun sebahagian sifat-Nya atau menamakan Allah dan menyifati-Nya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhluk-Nya, atau menta'wilkan dari maknanya yang benar, maka dia telah berbicara tentang Allah tanpa ilmu dan berdusta terhadap Allah dan Rasul-Nya.
Allah berfirman lagi 
“Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?” (QS 18:15)
Tauhid asma dan sifat adalah pernyataan ikrar bahawa sesungguhnya Allah Maha Tahu keadaan segala sesuatu, Maha Kuasa, sesungguhnya Dia Maha Hidup, Dia tidak tidur dan tidak lupa. Dia Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Belas, Maha Kasih, Dia Maha Suci, Maha Sejahtera, Maha Memelihara dan Maha Perkasa. Maha Suci Allah daripada apa-apa yang disamakan dengan-Nya.
Tauhid ini belum cukup untuk memastikan seseorang itu menjadi seorang Muslim, bahkan mesti disertai dengan tauhid rububiyah iaitu peng-Esaan Allah dalam pengaturan dan tauhid uluhiyah iaitu peng-Esaan Allah dalam ketuhanan.

Tauhid Asma Wa Sifat dan Orang Kafir

Orang kafir pada umumnya mengakui tauhid asma dan sifat, walaupun memang ada yang mengingkarinya, kadang kala kerana kebodohan mereka sendiri, atau memang kerana mereka golongan yang ingkar. Mereka berdalih dengan mengatakan, “Kami tidak mengetahui Ar-Rahman selain Rahmanul Yamamah.” Tentang hal ini, telah turun satu ayat.
Allah berfirman 
“Padahal mereka kafir kepada Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah)” (QS 13:30)
Ibn Katsir menyatakan, “Pada lahirnya pengingkaran mereka sebenarnya adalah berisi penolakan dan iri, dalam kekafirannya mereka mengingkari Ar-Rahman.” Perihal pengakuan mereka akan kewujudan tauhid asma wa sifat jelas dalam syair-syair mereka.
"Apa yang dikehendaki Ar-Rahman mengikat dan mutlak"
"Perhatikan Sibiran Ar-Rahman Tuhanku adalah sumpah"
"Maka bagi Allah tiada tersembunyi apa dalam dirimu
Perkara apa pun yang tersembunyi Allah selalu tahu"
Perkara ini menunjukkan mereka mengetahui kewujudan Allah sebagai Ar-Rahman, namun mereka masih mengingkari-Nya. Jika mereka tidak menolaknya, pasti dari awal lagi orang kafir dan musyrik Makkah tidak menolak agama bawaan Nabi Muhammad s.a.w kerana agama Islam merupakan agama yang diturunkan Allah Ar-Rahman. Ayat-ayat Makkiyah penuh dengan tauhid ini, kerana ingin memperbetulkan penggunaan dan menyucikan nama-nama Allah dan semua sifat-Nya.
Allah berfirman 
“Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan yang banyak itu menjadi satu Tuhan sahaja? Sungguh ini memang satu kejutan!” (QS 38:5)

Sifat-Sifat Allah

Sifat Maksud
Sifat Wajib
Wujud Allah itu Ada
Qidam Allah itu Sedia
Baqa' Allah itu Kekal
Mukhalafatuhu Lilhawadisi Bersalahan Allah dengan yang baru
Qiyamuhu Binafsih Berdri Allah dengan sendiri
Wahdaniyah Allah itu Esa
Qudrah Allah itu Berkuasa
Iradah Allah itu Berkehendak
Ilmu Allah itu Berilmu
Hayyun Allah itu Hidup
Sama' Allah itu Mendengar
Basar Allah itu Melihat
Kalam Allah itu Berkata-kata
Kaunuhu Taala Qadiran Allah keadaan-Nya Berkuasa
Kaunuhu Taala Muridan Allah keadaan-Nya Berkehendak
Kaunuhu Taala Aliman Allah keadaan-Nya Berilmu
Kaunuhu Taala Hayyan Allah keadaan-Nya Hidup
Kaunuhu Taala Sami'an Allah keadaan-Nya Mendengar
Kaunuhu Taala Basiran Allah keadaan-Nya Melihat
Kaunuhu Taala Mutakalliman Allah keadaan-Nya Berkata-kata
Sifat Maksud
 Sifat Mustahil
'Adam Tiada
Hudus Baru
Fana Tidak kekal
Mumasaluhu Lilhawadis Bersamaan dengan yang baru
Ihtiyaju Lighairih Tidak berdiri dengan sendiri
Ta'addud Berbilang-bilang
'Ajzun Lemah
Karahiyah Terpaksa
Jahlu Bodoh
Mautu Mati
Shaumu Pekak
'Amaa Buta
Bukmun Bisu
Kaunuhu Taala 'Ajizan (Mustahil) Allah itu keadaan-Nya Lemah
Kaunuhu Taala Mukrahan (Mustahil) Allah itu keadaan-Nya Terpaksa
Kaunuhu Taala Jahilan (Mustahil) Allah itu keadaan-Nya Bodoh
Kaunuhu Taala Mayyitan (Mustahil) Allah itu keadaan-Nya Mati
Kaunuhu Taala 'Ashamma (Mustahil) Allah itu keadaan-Nya Pekak
Kaunuhu Taala 'Amaa (Mustahil) Allah itu keadaan-Nya Buta
Kaunuhu Taala Abkam (Mustahil) Allah itu keadaan-Nya Bisu
Terdapat satu lagi sifat Allah, iaitu sifat jaiz (harus) kepada Allah. Allah bebas berbuat sekehendak-Nya, yakni jikalau Allah mahu, boleh saja Dia membuatkan hari ini hujan sepanjang hari, atau boleh saja Dia menghalang hujan dari turun. Inilah sifat jaiz bagi Allah.

 

Syirik dalam Penamaan Allah dan Sifat-Nya

Syirik peng-Esaan nama dan peng-Esaan sifat-sifat Allah kurang berat jika dibandingkan dengan syirik rububiyah atau uluhiyah. Namun, perlulah diingat bahawa semua syirik adalah sama. Hal ini boleh disamakan dengan tangga. Rang tangga yang dibawah sekali ialah syirik peng-Esaan nama dan peng-Esaan sifat-sifat Allah manakala rang tangga yang paling tinggi ialah syirik ta’thil, namun ia tetap merupakan tangga, tidak kira di atas atau di bawah. Syirik ini juga ada dua jenis:
1. Syirik penyerupaan Khaliq dengan makhluk Syirik penyerupaan Khaliq dengan makhluk ialah    seperti mana seseorang yang menyatakan pendapatnya bahawa Allah itu mempunyai tangan yang sama dengan tangan manusia, atau deria dan cara Allah mendengar adalah seperti manusia. Syirik ini ialah syirik golongan Musyabbihat yang dikenali dengan nama Mujassimah atau Karamiyah.
Pada penghujung abad pertama hijrah, telah muncul fahaman Jahmiyah yang menolak sifat-sifat Allah yang meny erupai manusia seperti Ilmu dan Hayyun kerana ingin membezakan Allah dengan manusia, dan fahaman ini dikuatkan oleh fahaman Mu’tazilah yang muncul dizaman Abbasiyah. Maka Muhammad ibn Karam Abu Abdullah As-Sijistaniy telah muncul untuk melawan fahaman yang sesat ini. Namun dalam melawan golongan Jahmiyah dan Mu’tazilah, mereka menetapkan secara berlebih-lebihan sehingga menyerupakan Allah itu berjisim. Maka mereka yang berpegang dengan hujah ini telah dihukum syirik oleh Ahlu As-Sunnah wa Al-Jamaah.
2. Syirik penamaan Allah secara batil (salah) Syirik ini memberikan Allah nama yang batil ataupun menyingkirkan Allah dari nama-nama yang hak kepada-Nya. Golongan musyrik sering melakukan perkara ini. Mereka merubah Ar-Rahman kepada Rahmanul Yamamah seperti yang telah disebut di atas. Mereka juga memberi nama berhala mereka dengan nama-nama Allah yang telah mereka ubah. Ibn Abbas berkata:
"Mereka (orang Jahiliyah) mengumpat Allah pada nama-Nya, mereka menyekutukan-Nya. Daripada-Nya mereka namakan Latta dari kata Ilah dan Uzza dari kata Aziz."
Hal ini amat dibenci Allah. Dalam Al-Quran, beberapa kali Allah menyentuh tentang perkara ini.
Allah berfirman 
“Dialah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dia mempunyai asma al-husna (nama-nama yang baik).” (QS 20:8)
Dan Allah berfirman 
“Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai asma ul-husna, dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam solat dan janganlah pula kamu rendahkan dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS 17:110)
Sampai kepada firman Allah 
“Allah mempunyai asma ul-husna, maka bermohonlah kamu kepada-Nya dengan menyebut asma ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS 7:180)
Hamka menulis dalam tafsirnya mengenai ayat surah Al-A’raf ayat 180. Menurut beliau, ayat tersebut bermaksud ‘janganlah dihiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat dan keagungan Allah, atau memakai asma ul-husna, tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau menggunakan asma ul-husna untuk selain Allah’.

Kumpulan Hadits Tentang Akhlak

Syarah Mukhtaarul Ahaadits Sayyid Ahmad Al-Hasyimi Penerbit Sinar Baru Algensindo, cetakan ke-9, 2008 7. Carilah oleh kalian derajat yang tinggi di sisi Allah, yaitu hendaknya kamu bersikap penyantun terhadap orang yang tidak mengetahui tentang diri kamu, dan hendaknya kamu memberi kepada orang yang tidak pernah memberi kepadamu. (Riwayat ‘Addi melalui Ibnu Umar ra) 9.

Sampaikanlah keperluan orang yang tidak mampu untuk menyampaikan keperluannya kepada sultan. Barangsiapa yang (menolong) menyampaikan keperluan (orang tersebut) kepada sultan, kelak di hari kiamat Allah SWT akan menetapkan kedua telapak kakinya di atas shirathal mustaqiim. (Riwayat Thabrani melalui Abu Darda) 41.

Allah mencintai seorang hamba yang mudah (berlaku baik) bila menjual, mudah bila membeli, mudah bila membayar hutang dan mudah bila menagih hutang. (Riwayat Baihaqi melalui Abu Hurairah ra) 62.

 Apabila engkau menghendaki suatu perkara, maka engkau harus bersikap tenang sehingga Allah memperlihatkan kepadamu jalan keluarnya. (Riwayat Bukhari) 83.

Apabila seseorang di antara kalian keluar mengadakan perjalanan, hendaknya ia berpamitan kepada saudara-saudaranya, karena sesungguhnya Allah menjadikan keberkahan pada doa mereka. (Riwayat Ibnu Asakir melalui Zaid ibnu Arqam) 87.

  Apabila seseorang di antara kalian memasuki suatu kaum lalu dipersilahkan baginya, hendaknya ia duduk, karena sesungguhnya tiada lain hal itu merupakan suatu penghormatan dari Allah yang diberikan kepadanya melalui saudaranya yang sesama muslim. Apabila tidak dipersilahkan baginya, maka hendaknya ia melihat tempat duduk yang paling longgar, lalu dudukla ia di tempat tersebut (Riwayat al Harits) 90.

Apabila seseorang di antara kalian diundang untuk suatu wallimah, hendaklah ia mendatanginya. (Riwayat Bukhari dan Muslim) 112.

Apabila telinga seseorang di antara kalian berdenging, hendaknya mengingatku, dan bacalah shalawat untukku, serta ucapkanlah “Semoga Allah mengingat (memelihara) orang yang menyebut-nyebut diriku dengan baik.” (Riwayat Ibnu ‘Addi) 113.

 Apabila seseorang di antara kalian bersin, hendaknya mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil’alamiin, dan hendaknya saudaranya atau temannya menjawabnya “yarhamukallah” (semoga Allah membelaskasihanimu). Apabila saudara atau temannya mengucapkan ‘yarhamukallah’, hendaknya dijawab ‘yahdikumullah wayushilu baalakum’ (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu) (Riwayat Abu Daud) 151.

Belas kasihanilah olah kalian tiga macam orang yaitu; orang mulia di antara kaum yang menjadi hina; orang kaya di antara kaum yang jatuh miskin; dan orang alim yang berada di tengah-tengah orang-orang yang jahil (bodoh). (Riwayat Imam al Askari) 168.

 Orang yang paling kejam terhadap sesamanya ketika di dunia, kelak di akhirat ia akan mendapat siksa yang paling keras di sisi Allah. (Riwayat Ahmad melalui Khalid ibnul Walid) 174.

Berbuatlah kebajikan kepada orang yang layak menerimanya dan juga kepada orang yang tidak layak menerimanya; apabila kebajikanmu tepat mengenai orang yang layak menerimanya berarti engkau telah memberikannya kepada ahlinya, dan apabila kamu tidak mengenai orang yang layak menerimanya berarti kamu sendirilah yang menjadi ahlinya. (Riwayat al Khatib melalui Ibnu Umar ra) 209.

 Keutamaan yang paling afdhal ialah menghubungkan silaturahmi dengan orang yang memutuskannya darimu, memberi kepada orang yang tidak mau memberi kepadamu dan kamu memaafkan orang yang berbuat aniaya terhadap dirimu. (Riwayat Imam Thabrani) 211.

Seorang mukmin yang paling utama Islamnya, ialah terselamatnya orang-orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya; dan orang mukmin yang paling utama (afdhal) imannya ialah yang paling baik akhlaknya; dan seorang muhajir yang paling utama, ialah yang menjauhi hal-hal yang diharamkan Allah, dan jihad yang paling utama ialah jihadnya seseorang melawan hawa nafsunya demi karena Allah SWT. (Riwayat Thabrani) 261.

 Sesungguhnya Allah SWT Maha Pemurah (jawwad), Dia mencintai sifat pemurah, dan Dia mencintai akhlaq yang mulia serta membenci akhlaq yang rendah (Riwayat Na’im melalui Ibnu Abbas r.a.) 277.

Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang yang mudah lagi terbuka. (Riwayat asy Syairazi melalui Abu Hurairah ra) 278.

Sesungguhnya Allah menyukai sikap hati-hati dalam semua perkara (Riwayat Imam Bukhari) 294.

Sesungguhnya Allah SWT berfirman, “Hai anak Adam, Aku sakit tetapi ternyata kamu tidak menjenguk-Ku.” Anak Adam menjawab, “Wahai Rabbku bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Rabb semesta alam?” Allah menjawab, “Tidakkah kamu ketahui bahwa hamba-Ku yang bernama Fulan sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya. Tidakkah kamu ketahui, bahwa seandainya kamu menjenguknya niscaya kamu menjumpai-Ku ada di sisinya? Hai anak Adam, Aku meminta makan kepadamu tetapi kamu tidak memberi-Ku makan.” Anak Adam menjawab, “Wahai Rabb-ku, bagaimana aku memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Rabb semesta alam?” Allah menjawab, “Tidakkah kamu ketahui bahwa hamba-Ku yang bernama Fulan meminta makan kepadamu tetapi kamu tidak memberinya makan. Tidakkah kamu ketahui seandainya kamu memberinya makan, niscaya kamu menjumpai (pahala) hal tersebut berada di sisi-Ku. Hai anak Adam, aku meminta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberi-Ku minum.” Anak Adam menjawab, “Wahai Rabbku, bagaimana aku memberi-Mu minum sedangkan Engkau adalah Rabb semesta alam?” Allah menjawab, “Hamba-Ku yang bernama Fulan meminta minum kepadamu tetapi kamu tidak memberinya minum, tidakkah kamu ketahui, seandainya kamu memberinya minum, niscaya kamu menjumpai (pahala) hal tersebut berada di sisi-Ku.” (Riwayat Muslim) 352.

Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah kelak pada hari kiamat adalah seseorang yang tidak digauli oleh orang lain karena takut akan kejahatannya. (Riwayat Bukhari dan Muslim) 380.

Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Ibrahim, “Hai kekasih-Ku, berakhlak baiklah engkau sekalipun terhadap orang-orang kafir, niscaya engkau akan masuk ke dalam golongan orang-orang yang berbakti kepada Allah (al abror). Karena sesungguhnya Aku telah memutuskan terhadap orang-orang yang berakhlak baik bahwa Aku akan menaungi mereka dalam naungan Arsy-Ku, Aku tempatkan mereka di dalam surga-Ku yang suci, dan aku dekatkan mereka dari sisi-Ku. (Riwayat Hakim) 388.

Ingatlah, aku akan memberitahukan kepada kalian tentang ibadah yang paling mudah dan paling ringan bagi tubuh (kalian), yaitu: berdiam dan berakhlak baik. (Riwayat Ibnu Abud Dunya) 409.

 Hemat di dalam berbelanja (an nafaqah) merupakan sebagian dari penghidupan (ma’siyah); bersikap kasih sayang terhadap orang lain (tawaddud ilannaas) merupakan sebagian dari akal; dan bertanya dengan cara yang baik merupakan sebagian dari pengetahuan (nisyful ‘ilmi). (Riwayat Thabrani) 425.

Janganlah kalian duduk-duduk di jalanan. Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana, kami tidak dapat mengelakkannya lagi, karena sesungguhnya tempat terseut merupakan tempat duduk kami dan tempat kami mengobrol?” Nabi saw menjawab, “Apabila kalian membangkang dan tetap menjadikannya sebagai majelis kalian maka berikanlah kepada jalan haknya.” Mereka bertanya, “Apakah gerangan hak bagi jalan itu?” Nabi saw menjawab, “Merundukkan pandangan mata, mencegah diri untuk tidak melakukan perbuatan yang menyakitkan, menjawab salam, amar ma’ruf dan nahi munkar.” (Riwayat Bukhari) 437.

Ketika ada seekor anjing yang sedang berkeliling mengelilingi sebuah sumur, anjing tersebut hampir mati karena kehausan, tiba-tiba anjing itu terlihat oleh seorang wanita pelacur dari kalangan Bani Israil. Lalu wanita pelacur itu melepaskan khuff-nya, selanjutnya ia mengambil air dengan khuff-nya itu dan memberi minum anjing yang sedang kehausan tersebut, akhirnya ia mendapatkan ampunan (dari Allah) (Riwayat Bukhari dan Muslim) 439.

 Muliakanlah orang-orang tua kalian sebagaimana kalian memuliakan anak-anak kalian, dan peliharalah kehormatan wanita-wanita lain sebagaimana kalian memelihara kehormatan wanita-wanita kalian sendiri. Barangsiapa dimintai maaf lalu ia tidak mau menerimanya, niscaya ia tidak akan dapat mencoba telaga(ku). (Riwayat Hakim) 441.

Pada suatu hari ada seorang lelaki berjalan di tengah jalan, lalu ia menemukan tangkai yang berduri di tengah jalan yang dilaluinya, maka ia menyingkirkan tangkai berduri itu (dari jalan). Allah menyukai perbuatannya itu lalu Dia memberi ampunan kepadanya. (Riwayat Bukhari dan Muslim) 443.

Pada suatu hari ada seorang lelaki berjalan, di tengah perjalanan ia merasa kehausan yang sangat, ia menemukan sebuah sumur, lalu ia turun ke dalam sumur dan meminum airnya. Setelah itu ia keluar dari sumur, tetapi tiba-tiba ia melihat seekor anjing yang menjulur-julurkan lidahnya seraya memakan serangga tanah karena kehausan. Lelaki itu berkata kepada dirinya sendiri, “Sesungguhnya anjing ini sedang mengalami kehausan yang sangat seperti yang baru saja kualami.” Lelaki itu turun ke dalam sumur dan memenuhi khuff-nya dengan air, khuff yang penuh dengan air itu digigitnya lalu ia naik ke permukaan, lalu ia memberi minum anjing tersebut. Allah suka perbuatannya itu lalu Dia memberi ampunan kepadanya. Setelah itu ada seorang sahabat bertanya (sehubungan dengan kisah di atas), lalu Nabi saw menjawab, “Pada setiap makhluk yang memiliki hati basah terdapat pahala.” (Riwayat Muslim) 447.

Taat ialah, berakhlak baik; dan dosa ialah, hal-hal yang terbetik di dalam hatimu tetapi engkau tidak senang bila hal itu ditampakkan kepada orang lain. (Riwayat Muslim) 464.

 Hendaknya engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan kepada orang yang tidak engkau kenal. (Riwayat Bukhari dan Muslim) 481.

 Rendah hati (tawadhu) tidak menambah kepada seorang hamba kecuali pengangkatan, karena itu bertawadhulah kalian, niscaya Allah akan mengangkat derajat kalian. Memaafkan tidaklah menambah kepada seorang hamba kecuali kemuliaan, karena itu perbanyaklah maaf kalian niscaya Allah akan memuliakan kalian. Tiadalah sedekah itu melainkan makin menambah banyak harta, karena itu bersedekahlah kalian, niscaya Allah merahmati kalian. (Riwayat Ibnu Abud Dunya) 489.

Ada tiga perkara, barangsiapa ketiganya dimiliki olehnya, niscaya Allah akan menaunginya di bawah naungan ‘Arsy pada hari yang tiada naungan kecuali hanya naungan-Nya, yaitu: berwudhu dalam keadaan yang tidak menyenangkan, berjalan ke masjid di kegelapan malam, dan memberi makan kepada orang yang lapar. (Riwayat al Ashbahani) 491.

 Ada tiga perkara yang ketiganya kuketahui sebagai perkara yang haq (benar), yaitu: seseorang yang memaafkan suatu perbuatan aniaya, maka Allah menambah kemuliaan baginya; seseorang meminta-minta dengan tujuan untuk memperbanyak (harta) dengan cara itu, maka Allah menambah kefakiran baginya, dan seorang yang bersedekah dengan mengharap pahala Allah SWT, maka Allah menambahkan hartanya karena sedekahnya itu. (Riwayat Baihaqi) 493.

Ada tiga hal yang dapat menyelamatkan, yaitu: takut kepada Allah SWT dalam keadaan sembunyi atau terang-terangan, bersikap adil dalam keadaan ridha atau dalam keadaan marah, dan hemat, baik dalam keadaan miskin maupun dalam keadaan kaya. Dan ada tiga perkara yang dapat membinasakan, yaitu: hawa nafsu yang selalu diperturutkan, kikir yang selalu ditaati, dan kagum terhadap diri sendiri. (Riwayat Abu Syekh) 516.

Diharamkan masuk neraka setiap orang yang berwatak lembut, mudah dan akrab dengan manusia. (Riwayat Ahmad) 550.

Malu merupakan perhiasan, taqwa merupakan kemuliaan, sebaik-baik kendaraan adalah sabar, dan menanti jalan keluar dari Allah SWT merupakan ibadah. (Riwayat Hakim melalui Jabir) 595.

Seorang wanita masuk neraka sebab seekor kucing yang ia ikat dan tidak memberinya makan, serta tidak dibiarkan untuk memakan serangga tanah sehingga kucing itu mati (kelaparan) (Riwayat Bukhari Muslim) 560.

Ada dua watak, bilamana keduanya disandang oleh seseorang maka ia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan bersabar. Apabila kedua watak tersebut tidak terdapat dalam diri seseorang, maka Dia tidak akan mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan bersabar. Barangsiapa yang melihat kepada orang yang lebih atas dirinya dalam masalah agama, lalu ia mengikutinya; dan dalam masalah duniawi ia melihat kepada orang yang lebih rendah darinya, lalu ia memuji kepada Allah atas karunia yang telah dilimpahkan-Nya kepada dirinya, maka orang tersebut dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan bersabar. Barangsiapa melihat kepada orang lain yang lebih rendah darinya dalam masalah agama, dan dalam masalah duniawi ia melihat kepada orang yang lebih atas darinya, lalu ia menyesali nasib dirinya, maka Allah tidak mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan tidak pula sebagai orang yang bersabar. (Riwayat Turmudzi) 561.

 Ada dua macam akhlak yang disukai oleh Allah, dua akhlak yang dibenci oleh-Nya. Adapun dua akhlak yang disukai oleh Allah adalah dermawan dan berani. Adapun dua akhlak yang tidak disukai oleh-Nya adalah akhlak yang buruk dan kikir. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia menjadikannya sebagai amil yang selalu memenuhi keperluan-keperluan orang banyak. (Riwayat Baihaqi melalui Ibnu Amr Ibnul ‘Ash) 575.

Orang-orang yang terpilih di antara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya. (Riwayat Bukhari dan Muslim) 576.

 Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling baik akhlaknya (Riwayat Thabrani melalui Ibnu Umar ra) 603.

Terimalah apa-apa yang aku perintahkan kepada kalian, karena sesungguhnya tiada hal lain yang menyebabkan kebinasaan orang-orang sebelum kalian adalah karena mereka sering bertanya dan sering menentang nabi-nabi mereka. Apabila aku melarang kalian dari sesuatu maka jauhilah itu, dan apabila aku memerintahkan kalian untuk mengerjakan sesuatu, maka kerjakanlah hal itu semampu kalian. (Riwayat Syaikhan) 605.

 Orang yang menunjukkan kebaikan memperoleh pahala seperti orang yang mengerjakannya, dan Allah menyukai orang yang suka menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan. (Riwayat Ibnu Abud Dunya) 630.

 Pokok kebijaksanaan setelah iman kepada Allah adalah cinta kepada sesama manusia (tawaddud ilannas) dan berbuat baik kepada orang yang taqwa maupun orang yang durhaka. Sesungguhnya orang yang ahli dalam hal kebajikan sewaktu di dunia, mereka pun adalah ahli kebajikan kelak di akhirat. Dan sesungguhnya ahli kemungkaran di dunia mereka pun menjadi ahli kemungkaran kelak di akhirat. (Riwayat Baihaqi) 679.

Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat dengan neraka. Orang jahil yang dermawan lebih disukai oleh Allah daripada ahli ibadah yang kikir. (Riwayat Turmudzi) 691.

Pemuda yang dermawan lagi berakhlak baik lebih dicintai Allah daripada orang tua ahli ibadah yang kikir lagi berakhlak buruk. (Riwayat Ad Dailami) 704.

Bersilaturahmilah kepada orang yang memutuskanmu; berbuat baiklah kepada orang yang berbuat buruk kepadamu; dan katakanlah yang haq sekaliun terhadap dirimu sendiri. (Riwayat Ibnu Najjar) 714.

Berdiam merupakan akhlak yang utama, dan barangsiapa gemar bergurau maka ia dianggap enteng. (Riwayat Ad Dailami melalui Anas ra) 788.

 Orang yang menarik kembali pemberiannya sama dengan orang yang menelan muntahnya. (Riwayat Bukhari dan Muslim) 866.

 Orang penyantun (halim) itu hampir-hampir menjadi seorang nabi. (Riwayat al-Khathib) 870.

 Berdosalah seseorang bila ia menjadi subyek dari telunjuk orang banyak, apabila dia seorang yang baik, maka hal tersebut dapat menggelincirkannya, kecuali orang yang dirahmati Allah. Dan apabila dia seorang yang jelek maka bertambahlah keburukannya. (Riwayat Baihaqi) 945.

Seseorang hamba belum sempurna imannya sehingga ia meninggalkan dusta sekalipun dalam bergurau, dan meninggalkan perdebatan sekalipun ia benar. (Riwayat Ahmad) 973.

Seandainya suatu gunung berbuat kelewat batas terhadap gunung lainnya, niscaya gunung yang berbuat kelewat batas di antara keduanya akan dihancurkan. (Riwayat Ibnu La-al) 975.

Seandainya kalian mengetahui kehinaan yang terdapat dalam hal meminta, niscaya tiada seorang pun berjalan menuju ke orang lain untuk meminta sesuatu kepadanya. (Riwayat Nasai) 997.

Tiada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan amal daripada akhlak yang baik. (Riwayat Ahmad melalui Abu Darda) 1027.

 Tiada seorang pemuda pun yang menghormati orang yang sudah lanjut usianya kecuali Allah menetapkan baginya seseorang yang akan menghormatinya kelak bila ia mencapai usia lanjut. (Riwayat Turmudzi melalui Anas ra) 1043.

Jika engkau meringankan suatu pekerjaan atas pembantumu, maka hal tersebut merupakan pahala kebaikan dalam timbangan amalmu kelak di hari kiamat. (Riwayat Baihaqi) 1045.

Tiada suatu akhlak yang paling baik pun yang dihiaskan oleh Allah terhadap hamba-Nya lebih utama daripada berzuhud terhadap masalah duniawi, memelihara perutnya, dan memelihara kemaluannya. (Riwayat Abu Na’im) 1051.

Tiada suatu sikap lemah-lembut pun dalam sesuatu hal kecuali sikap lemah lembut itu menghiasinya, dan tidak sekali-kali sikap ini dicabut dari sesuatu melainkan hal ini akan memburukkannya. (Riwayat adh Dhiya) 1063.

Tiada suatu perbuatan dosa pun kecuali pintu tobatnya terbuka di sisi Allah selain dari akhlak yang buruk, karena sesungguhnya orang yang berakhlak buruk itu tidak sekali-kali ia melakukan tobat dari suatu perbuatan dosa melainkan ia kembali melakukan dosa lain yang lebih berat dari yang pertama. (Riwayat Aisyah ra) 1096. Tiada suatu pemberian pun yang dihadiahkan oleh orang tua terhadap anaknya yang lebih utama daripada akhlak yang baik (adabi hasan). (Riwayat Hakim) 1103.

 Akhlak yang mulia itu ada 10 macam, terkadang semuanya terdapat dalam diri seseorang, tetapi tidak terdapat dalam diri anaknya, terkadang semuanya terdapat dalam diri seorang anak, tetapi tidak terdapat dalam diri ayahnya, terkadang semuanya terdapat dalam diri seorang hamba, tetapi tidak terdapat dalam diri tuannya. Allah membagikannya kepada orang yang dikehendaki-Nya hidup bahagia. Yaitu: 1. Jujur dalam berbicara 2. Pemberani dalam medan perang 3. Selalu memberi orang yang meminta 4. Selalu membalas perbuatan baik 5. Memelihara amanat 6. Bersilaturahmi 7. Memelihara hak-hak tetangga 8. Memelihara hak-hak teman 9. Menghormati tamu 10. Dan yang laing utama di antara kesemuanya adalah malu (Riwayat Hakim melalui Aisyah ra) 1113.

 Siapapun yang datang kepada kalian dengan membawa perkara yang bajik, maka berilah ia imbalan, apabila kalian tidak menemukan (apa yang akan kalian berikan kepadanya) maka berdoalah untuk kebaikannya. (Riwayat Thabrani melalui Al Hakim ibnu Umair) 1147.

Barangsiapa meminta perlindungan kepada kalian demi karena Allah berilah ia perlindungan, barangsiapa meminta kepada kalian demi karena Allah berilah ia, barangsiapa mengundang kalian, perkenankanlah undangannya itu, dan barangsiapa berbuat kebajikan kepada kalian berilah ia imbalan yang setimpal, apabila kalian tidak mempunyai sesuatu yang akan kalian berikan kepadanyam maka berdoalah untuknya hingga kalian merasakan bahwa kalian benar-benar telah memberi imbalan kepadanya. (Riwayat Ahmad) 1242.
 Barangsiapa yang tidak sayang kepada orang yang lebih muda di antara kami dan tidak menghormati hak orang yang tertua di antara kami, maka ia bukan termasuk golongan kami. (Riwayat Bukhari) 1267.

 Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, niscaya Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. (Riwayat Ibnu Majah melalui Abu Hurairah ra) 1342.

Janganlah kalian bersengketa karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian pernah bersengketa karena itu mereka binasa. (Riwayat Ibnu Mas’ud ra) 1364.

 Janganlah kalian memukul hamba sahaya wanita kalian karena memecahkan wadah milik kalian, karena sesungguhnya wadah tersebut memiliki ajal sama dengan ajal manusia. (Riwayat Abu Na’im) 1369.

Janganlah seseorang menyuruh orang lain berdiri dari majelisnya, lalu ia sendiri duduk di tempatnya, akan tetapi memencarlah dan luaskanlah tempat duduk kalian. (Riwayat Bukhari dan Muslim) 1371.

 Tiada akal seperti kebijaksanaan, dan tiada wara’ seperti mencegah diri (dari maksiat), serta tiada keutamaan seperti akhlak yang baik. (Riwayat Ibnu Majah)